Ardiantoyugo

Selamat Pagi Mas Om… Pada hari minggu tanggal 03 Juni 2012kemarin diadakan kampanye tertib lalu lintas yang dilaksanakan di titik 0(nol) km Yogyakarta… Bersama dari teman teman Koboys dan biker independen… Kampanye yang digagas oleh Mbah Eyang Ali kali ini membagikan sekitar 1400 flyer yang ditujukan kepada para pemotor… Temanya adalah sosialisasi UU No. 22 tahun 2009 dan “stop menggunakan HP saat berkendara…!!”… Dimana sudah banyak korban berjatuhan di jalan raya akibat kelalian asik bermain HP saat bermotoran… Mudah mudahan bisa mengingatkan bagi pemotor-pemotor untuk lebih sadar dan behati hati dalam berkendara…

View original post 18 more words

Hightlight Source Code with SyntaxHighlighter

Beberapa programmer yang membuat blog mereka sendiri terkadang ingin berbagi sesuatu tentang programming. Mereka terkadang menuliskan source code programming yang mereka gunakan untuk membuat sebuah tampilan tertentu. Dan biasanya mereka berbagi souce code secara mentah. Alih-alih menuliskan secara indah biar mudah dibaca, beberapa progammer menuliskannya agar mudah di-copy. Tidak salah sih, tetapi kadang agak sulit untuk memisahkan antara source code dengan tulisan sang programmer.

Mereka (beberapa programmer menuliskan seperti ini) :

<html>

<head><title>judul<title></head>

<body><?php echo ‘isinya’; ?></body>

</html>

Tidak seperti ini :


<html>

<head><title>judul<title></head>

<body><?php echo 'isinya'; ?></body>

</html>

Nha menurut anda (pembaca) bagaimana? Enakan dibaca yang ke-2 kan? Di contoh kedua kita bisa membaca dan membedakan dengan mudah, membaca line number, membaca code-nya, untuk copy juga mudah tinggal klik view plain maka akan tampil code-nya dalam bentuk plain, dan tinggal kita copy. Selain itu tampilan web kita jadi semakin cantik dengan adanya highlighting ini, sehingga bisa jadi semakin banyak pembaca web kita.

Jadi bagaimana menerapkannya?? Bagi mereka yang blogging di wordpress tinggal menggunakan

isi code

Untuk yang blogging di situs lain misal blogspot (setau saya belum mencantumkan highlighter ini), atau weblog yang dibikin sendiri caranya :

  1. Download SyntaxHighlighter di sini atau sini.
  2. Extract file hasil download dan upload file-file tersebut ke sebuah hosting, misal http://www.example.com/
  3. Udah deh tinggal pakai, caranya include file yang dibutuhin misal :
    <script type="text/javascript" src="scripts/shCore.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushBash.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushCpp.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushCSharp.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushCss.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushDelphi.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushDiff.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushGroovy.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushJava.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushJScript.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushPhp.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushPlain.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushPython.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushRuby.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushScala.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushSql.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushVb.js"></script>
    	<script type="text/javascript" src="scripts/shBrushXml.js"></script>
    	<link type="text/css" rel="stylesheet" href="styles/shCore.css"/>
    	<link type="text/css" rel="stylesheet" href="styles/shThemeDefault.css"/>
    
    • Pada baris pertama merupakan core script yang akan dipakai.
    • Pada baris kedua merupakan script yang akan mengatur untuk penulisan Bash.
    • Pada baris ketiga merupakan script yang akan mengatur untuk penulisan C++.
    • Pada baris selanjutnya merupakan script yang akan mengatur untuk penulisan bahasa-bahasa lain.
    • Pada 2 baris terakhir merupakan core style dan style tiap bahasa.
  4. Setelah itu tuliskan fungsi javascript yang akan membuat efek source code kita jadi ter-highlighting :
    	<script type="text/javascript">
    		SyntaxHighlighter.config.clipboardSwf = 'scripts/clipboard.swf';
    		SyntaxHighlighter.all();
    	</script>
    
    • Dua baris diatas merupakan script konfigurasi yang akan membuat efek source code kita menjadi ter-highlighting.
  5. Terakhir tuliskan syntax source code anda dengan cara dimasukkan ke dalam tag <pre class:”brush [bahasa]”> syntax</pre>
    misal :
    function test() : String
    {
    	return 10;
    }
    

Udah deh selese….

Semoga bermanfaat….
Nb:

  • tag pre bisa diganti dengan tag lain, untuk lebih jelasnya baca di sini.
  • untuk yang make wordpress.com seperti saya bisa di liat di sini untuk lebih jelasnya.
  • kode yang otomatis terhighlight adalah kode dalam situs http://www.example.com (dalam contoh ini), kalau di subfolder href dan src harus diganti sesuai lokasi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Regard,

Quantro a.k.a Royyan A.

Opera 10.00 Beta First Run

Setelah beberapa waktu aku mencoba opera 10.00 Alpha, ternyata sekarang telah keluar versi betanya. Dalam klaimnya versi Beta memiliki banyak kelebihan dibanding browser lain. Bahkan diklaim lebih cepat dari browser-browser lain (saya telah coba sekitar 2 harian tanpa turbo mode dan memang bener). Beberapa fitur yang opera baru ini unggulkan antaranya :

  1. Turbo Mode
    Dari awal walaupun tanpa turbo mode emang opera sudah termasuk browser yang cepat terutama buat download-download, ini dikarenakan di dalam engine browsernya terdapat engine downloader terutama downloader torrent. Sedangkan pada versi 10.00 ini mereka menggunakan engine baru + presto rendering engine (milik opera) yang diklaim bisa membuat koneksi beberapa kali lebih cepat inilah yang disebut turbo mode. Untuk mengaktifkannya tinggal munculin status bar (view >> toolbar >> status bar), abis tu klik kanan di pojok kiri status bar muncul menu, pilih configure turbo mode. Nah tinggal kita setting turbo modenya :

    • Automatic
      Berarti bahwa opera akan secara otomatis akan mengaktifkan turbo mode jika koneksi kita melambat.
    • On
      Berarti bahwa opera akan mengaktifkan turbo mode baik koneksi kita melambat maupun tidak.
    • Off
      Berarti bahwa opera akan menonaktifkan turbo mode.
  2. Elegan Tabbed Browsing
    Ya, tampilan tab browsernya keliatan keren. Lebih elegan dibanding versi-versi sebelumnya.
  3. Better Speed Dial
    Better speed dial? Bener banget, soalnya sekarang kita bisa setting banyaknya square untuk speed dial serta kita juga bisa ubah background speed dial-nya sesuka kita.

Dan masih ada beberapa fitur baru lainnya. Tapi disamping banyaknya kelebihan yang ada, ada satu hal yang bener-bener membuat saya ga begitu suka versi ini. Di laptop saya (ga tau tempat yang lain), saat saya menutup opera dalam keadaan masih terkoneksi dan setelah itu saya buka lagi lain waktu, halaman-halaman yang dulu saya buka seakan-akan minta untuk di save sebagai txt. Padahal kalau browser lain halaman yang lalu akan langsung muncul sebagai halaman normal.

Semoga bermanfaat….

Nb:

  • Opera 10.00 Beta adalah  100 % ACID compliance (sangat sesuai standar)
  • Opra 10.oo Beta saya adalah Build 1551, dengan Identification : Opera/9.80 (Windows NT 5.1; U; en) Presto/2.2.15 Version/10.00

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Regard,

Quantro a.k.a Royyan A.

.htaccess URL Rewriting

setelah pada post sebelumnya saya bercerita sekilas tentang URL rewriting dengan file .htaccess, maka pad post saya kali ini saya akan focus pada contoh file .htaccess yang akan digunakan sebagai URL  rewriting.

Langsung saja saya akan kemukakan beberapa contoh URL rewriting dengan file .htaccess :

  1. Rewrite product.php?id=12 ke product-12.html
    Untuk mengubah ekstensi sebuah file (dalam contoh saya .php) dari address bar dengan ekstensi lain merupakan sesuatu hal yang tidaklah begitu sulit. Begitu pula parameter dari dinamyc URL (?id=12) dapat kita sembunyikan dengan mudah, sehingga user yang mengakses web kita tidak menyangka bahwa sesungguhnya kita memakai skrip php. Adapun isi file .htaccess-nya untuk melakukan hal ini adalah :

    RewriteEngine on
    RewriteRule ^product-([0-9]+)\.html$ product.php?id=$1
    

  2. Rewrite product.php?id=12 ke product/ipod-nano/12.html
    Dalam menulis URL kita sangatlah disarankan untuk mencantumkan keyword ke URL kita, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan rangking dalam pencarian lebih tinggi (baca page-rank search engine akan naik). Untuk melakukannya berikut ini contoh isi file .htaccess-nya :

    RewriteEngine on
    RewriteRule ^product/([a-zA-Z0-9_-]+)/([0-9]+)\.html$ product.php?id=$2
    

  3. Rewrite site.com/user.php?username=xyz ke site.com/xyz
    Selain poin 1, ada lagi cara agar user pengunjung web kita tidak mengetahui skrip yang kita pakai. Hal ini juga bisa juga sebagai salah satu langkah pengamanan terhadap data kita. Misal url kita user.php?id=123 dan di sit kita bisa edit user dengan id=123, kalau ada pengguna jahil dan memasukkan angka  selain id-nya dia bisa berabe kita (contoh ini hanya buat web yang pembuatnya belum tahu pembatasan akses) . Untuk itu kita perlu rewriter yang akan menghilangkan user.php?id dan dalam hal ini file .htaccess yang digunakan akan berisi :

    RewriteEngine On
    RewriteRule ^([a-zA-Z0-9_-]+)$ user.php?username=$1
    RewriteRule ^([a-zA-Z0-9_-]+)/$ user.php?username=$1
    

Demikian sekelumit tutorial pengetahuan yang bisa saya bagi, mungkin lain kali akan saya jelaskan mengenai format dan arti penulisan dari file .htaccess.

Semoga berguna….

Sumber : google.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Regard,

Quantro a.k.a Royyan A.