Prita Mulyasari – RS. Omni – UU. ITE

tulisan ini merupakan COPAS dari blog mbak maya, di link ini :

Mungkin inilah salah satu bentuk kepedulian dan rasa solidaritas sebagai sesama perempuan, saya berusaha menulis apa yang terjadi dan, antara Prita Mulyasari dan RS. Omni Intl Tangerang serta UU no.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE).

Dari tulisan di ruang Surat Pembaca detikcom, kini Prita harus mendekam di Penjara Wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009. Prita adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki  anak yang masih balita, Khairan dan Ranarya. Bahkan anaknya yang kedua, Ranarya,  masih membutuhkan ASI. Haruskan Prita dihukum seberat itu, sampai harus terpisah dengan suami dan anak-anaknya…???

Apa yang ditulis Prita, baik di Email maupun di SurPem detikcom, adalah satu bentuk kritik  mengenai kesalahan yang telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Omni. Mengacu pada tulisan om Nukman, RS. Omni tidak seharusnya melayangkan gugatan yang akhirnya membuat Prita harus bermalam di ruang tahanan. Karena apa yang sudah ditulis Prita, seyogyanya menjadi sebuah cambuk dan pembelajaran untuk peningkatan pelayanan.

Kasus Prita ini mengingatkan saya dengan kejadian kemarin, senin 1 Juni 2009, ketika saya mengirimkan email ke Surat Pembaca di Okezone. Memang beda kasusnya, tapi ada kesamaan jalur yang saya tempuh. Yaitu pengiriman surat elektronik. Tapi Alhamdulillah. pihak Indovision langsung menanggapi dan menghubungi saya secara langsung, dan masalah dapat teratasi. Padahal, saya sudah berencana, kalau sampai saya pulang kantor belum juga ada tanggapan dari Indovision, kemungkinan besar saya akan menyebarkan keluhan saya tersebut ke media yang lain.

Menurut beberapa tulisan, Prita terbukti melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang isinya, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Soal nama baik?

Bagaimana sebuah Rumah Sakit, atau lembaga / instansi manapun mengaharapkan nama baik, ketika dirinya tidak memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumennya. Nama baik akan seiring jalan
membuntuti nama sebuah lembaga / instansi ketika ia memberikan pelayanan terbaik buat konsumennya, tanpa memandang asal-usul, latar belakang dan kepribadian si konsumen. Kenapa saya berikan tambahan ini, karena memang terkadang para pemilik jasa, hanya akan memberikan pelayanan terbaik terhadap orang-orang yang memiliki jabatan, pangkat dan kekayaan. Terhadap mereka yang tidak memilikinya, pemilik jasa akan memberikan layanannya secara ala kadar.

Lalu, bagaimana tentang kebebasan mengeluarkan pendapat? Bukankah yang ditulis Prita (dan saya) di Surat Pembaca adalah sebuah bentuk dan cara mengeluarkan pendapat? Begitupun denga sarana Blog/Weblog, Milis, Social Media dan media-media lain.

Yaaa.. saya hanya bisa berdoa dan berharap, agar semua pihak bisa bermusyawarah dengan hati tenang, berpikir dengan logis, bersikap bijak dan membuat keputusan dengan tepat dan adil buat semua pihak.

Buat Prita, sabar ya Bu…
Allah tidak tidur.
We here for you….

MARI KITA DUKUNG BU PRITA DEMI KEADILAN DAN KEMANUSIAAN!!!

Re-install Boot Loader Ubuntu~GRUB yang Terhapus Setelah Install Windows

Jika anda punya komputer dengan dua system operasi di dalamnya (win-nux[ubuntu]), dimana suatu saat anda harus install ulang windows anda pasti sangat kesal karena ternyata bootloader linux anda telah terhapus. Jadi bagaimana biar bisa masuk linux lagi?? Haruskah install ulang total?? Sayang kan data di linux terhapus?? Jadi bagaimana caranya?? Tenang anda bisa menginstall ulang bootloadernya. Sebelumnya persiapkan : 

  • CD linux anda (Ubuntu)
  • komputer anda dalam keadaan siap dihidupkan 🙂

Setelah semuanya siap lakukan langkah-langkah berikut :

  1. Boot komputer dengan Live-CD
  2. Buka terminal (sebagai root) 
  3. mount partisi linux didalam folder /mnt; misal alamat partisi linux di /dev/sda6
  4. #mount /dev/sda6 /mnt 
  5. install GNU GRUB pada MBR hardisk (/dev/sda), jalankan perintah sudo fdisk -l untuk mengetahuinya.
  6. fdisk -l
    grub-install --root-directory=/mnt /dev/sda
    
  7. unmount partisi linux dan reboot komputer untuk mengeceknya
  8. umount /mnt
    reboot
    

Semoga membantu….
sumber : dari sini, sini, sini, sini, dan sumber-sumber lainnya. 🙂

Fungsi Terbilang untuk PHP

Tulisan ini merupakan copas dari blog salah seorang anak bangsa yaitu maseko, dengan path yang pasti ada disini.  Saya copas tulisan ini karena saya tertarik untuk berbagi pengetahuan terutama dalam programming.

Fungsi terbilang ini digunakan untuk menerjemahkan bilangan ke dalam bentuk kata-kata. Misalnya “2005” akan diterjemahkan menjadi “dua ribu lima”. Fungsi terbilang berikut ditulis dalam bahasa PHP dan dapat digunakan untuk menerjemahkan bilangan sampai dengan ratusan trilyun.

code nya :

<?php
function kekata($x) {
$x = abs($x);
$angka = array(”", “satu”, “dua”, “tiga”, “empat”, “lima”,
“enam”, “tujuh”, “delapan”, “sembilan”, “sepuluh”, “sebelas”);
$temp = “”;
if ($x <12) {
$temp = ” “. $angka&#91;$x&#93;;
} else if ($x <20) {
$temp = kekata($x - 10). ” belas”;
} else if ($x <100) {
$temp = kekata($x/10).” puluh”. kekata($x % 10);
} else if ($x <200) {
$temp = ” seratus” . kekata($x - 100);
} else if ($x <1000) {
$temp = kekata($x/100) . ” ratus” . kekata($x % 100);
} else if ($x <2000) {
$temp = ” seribu” . kekata($x - 1000);
} else if ($x <1000000) {
$temp = kekata($x/1000) . ” ribu” . kekata($x % 1000);
} else if ($x <1000000000) {
$temp = kekata($x/1000000) . ” juta” . kekata($x % 1000000);
} else if ($x <1000000000000) {
$temp = kekata($x/1000000000) . ” milyar” . kekata(fmod($x,1000000000));
} else if ($x <1000000000000000) {
$temp = kekata($x/1000000000000) . ” trilyun” . kekata(fmod($x,1000000000000));
}
return $temp;
}
function terbilang($x, $style=4) {
if($x<0) {
$hasil = “minus “. trim(kekata($x));
} else {
$hasil = trim(kekata($x));
}
switch ($style) {
case 1:
$hasil = strtoupper($hasil);
break;
case 2:
$hasil = strtolower($hasil);
break;
case 3:
$hasil = ucwords($hasil);
break;
default:
$hasil = ucfirst($hasil);
break;
}
return $hasil;
}
?>

Pemanfaatannya :

terbilang($bilangan,$style);

Penjelasan dari beliau :

 

$bilangan = Bilangan yang akan diterjemahkan.
$style = Format penulisan untuk output, 1=uppercase, 2= lowercase, 3= uppercase untuk huruf pertama tiap kata dan 4=uppercase untuk huruf pertama saja. Defaultnya 4.